Sabtu, 08 Januari 2011

ISD part 3

NAMA : MUHAMMAD ADHI NUGROHO
KELAS : 1KA33
NPM : 14110621


Soal :


1.Jelaskan dengan singkat tentang Antroposentris & Teosentris yang muncul karena adanya cita-cita tentang kesamaaan derajat sosial !

2.Apakah Yang Dimaksud dengan Pemuda ?

3.Sebutkan 4 Struktur penting yang menentukan kepribadian !

4.Sebutkan & Jelaskan dengan singkat ciri-ciri sistem politik di negara sedang berkembang menurut Shils , Almond & Coleman !

Antroposentris & Teosentris




Pandangan antroposentris beranggapan bahwa kehidupan tidak berpusat pada Tuhan tapi pada manusia. Etosnya adalah semangat menghargai nilai-nilai yang dibangun oleh manusia sendiri. Peradaban antroposentris menjadikan manusia sebagai tolok ukur kebenaran dan kepalsuan, untuk memakai manusia sebagai kriteria keindahan dan untuk memberikan nilai penting pada bagian kehidupan yang menjanjikan kekuasaan dan kesenangan manusia. Antroposentrisme menganggap manusia sebagai pusat dunia, karenanya merasa cukup dengan dirinya sendiri. Manusia antroposentris merasa menjadi penguasa bagi dirinya sendiri. Tidak hanya itu, ia pun bertindak lebih jauh, ia ingin menjadi penguasa bagi yang lain. Alam raya pun lalu menjadi sasaran nafsu berkuasanya yang semakin lama semakin tak terkendali.

Kuntowijoyo lalu mengusulkan humanisme teosentris sebagai ganti humanisme antroposentris untuk mengangkat kembali martabat manusia. Dengan konsep ini, manusia harus memusatkan diri pada Tuhan, tapi tujuannya adalah untuk kepentingan manusia (kemanusiaan) sendiri.

Pandangan Antroposentris & Teosentris semuanya adalah cita-cita tentang kesamaan derajat atau permasaan sosial , yang menawarkan diri untuk mengatasi ketimpangan sosial dalam tatanan masyarakat. Betapapun gencarnya usaha dari gerakan persamaan sosial dari kedua pandangan tersebut,pada umumnya sulit menghindari diri dari kenyataan.

Pemuda

Beberapa literatur Mengemukakan bawah yang dimaksud pemuda ialah :
a. mereka yang berumur antara 10-24 tahun;
b. mereka yang berumur antara 15-30 tahun;
c. mereka yang berumur antara 15-35 tahun;
d. mereka yang secara psikologis mempunyai jiwa muda dan mempunyai identitas kepemudaan.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpilkan bahwa yang dimaksud dengan pemuda adalah mereka yang berumur 10-35 tahun atau lebih , dengan catatan , yang lebih dari 35 tahun tersebut secara psikologis mempunyai jiwa kepemudaan dan mempunyai identitas kepemudaan.

KEPRIBADIAN

Kepribadian dapat diartikan organisasi dinamis dari sistem psikofisis dalam individu yang turut menentukan cara cara yang unik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Kepribadian terbentuk , hidup , dan berubah seirama dengan jalanya proses sosialisai.

4 Faktor Penting yang Menentukan kepribadian :

a. Keturunan (Warisan Biologis)
Manusia Dilahirkan dengan struktur anatomi , fisiologi , dan urat sarafnya , yang menentukan batas-batas tertentu terhadap tingkah laku sosialnya. Batas - batas tersebut berpengaruh terhadap perkembangan sosialnya , artinya penting di dalam proses sosialisasi.

b. Lingkungan Tempat
Lingkungan tempat manusia hidup terdiri dari lokasi , iklim , topografi , dan sumber-sumber alam.
Kesemua Faktor ini mempengaruhi aktivitas manusia.

c. Tempat Fisik Kehidupan Sosial
Semua manusia tumbuh dewasa bersama-sama dengan bertambahnya pengalaman di dalam satu atau lain tempat geografi , dengan banyak dan sedikit , ada atau tidak aneka ragam tempat fisik seperti agraris dan non-agraris. Dengan Demikian mesti mengembangkan adat-istiadat , cara hidup , dan ciri kepribadian yang cocok dalam kelangsungan hidupnya.

d.Lingkungan Sosial dan Budaya
Dalam lingkungan sosial dan budaya tidak ada dua orang individu pun yang hasil bentukan sosialisasinya sama , sebab banyak perbedaan aspek sosial dan budaya seperti dalam ekspresi kebudayaan,pengetahuan, atau keterampilan, pengawasan sosial , standar hidup , kontak dari kelompok tertentu dan mobilitas sosial. Lingkungan sosial mempengaruhi dalam proses sosialisasi. Perbedaan lingkungan sosial dan budaya , seperti dalam hal orientasinya , menentukan pribadi seseorang.

Ciri Ciri Sistem Politik Di Negara Yang Sedang Berkembang Menurut Shils , Almond , dan Coleman.

a. Demokrasi politik,
memiliki struktur politik paling lengkap (definisi Almond), seperti adanya lembaga legislative, eksekutif, yudikatif, kelompok kepentingan, partai politik. Fungsi lembaga tersebut: berkedudukan otonom (bebas), legislative dipilih secara periodic melalui pemilihan umum bebas, terdapatnya pergantian kepemimpinan secara teratur untuk mengontrol kekuasaan eksekutif,

b. Demokrasi terpimpin,
memiliki struktur politik sama dengan demokrasi politik. Perbedaannya terletak pada fungsinya yaitu: fakta bahwa kekuasaan demokrasi terpimpin berkonsentrasi pada tangan eksekutif, eksekutif lebih berkuasa dari legislative, ikatan kekuasaan eksekutif dengan partai pemerintah lebih erat, oposisi terbatas, dan pendapat umum didominasi pemerintah, parlemen tidak punya kekuatan riil, dan partai-partai diikat dengan ideology.
Contoh: Soekarno dengan ideologi Nasakom, pemerintahannya memiliki beberapa partai politik, namun mereka harus patuh terhadap ideology yang mempersatukan kepentingan Soekarno dan militer.
Sebagai alternatifnya, Soeharto menawarkan demokrasi pancasila sebagai pengganti demokrasi terpimpin, namun di masa orde baru terjebak dalam otoritarianisme,

c. Oligarki pembangunan,
bertujuan untuk mempercepat demokrasi dan modernisasi. Struktur dalam sistem politi memiliki pemerintah baik itu militer maupun sipil, parlemen (sebagai syarat formal), tidak ada oposisi, dan yudikatif tidak bebas (parsial). Ditinjau dari fungsinya, kekuasaan bertumpu pada eksekutif, parlemen hanya memberikan persetujuan/nasihat rencana aturan eksekutif, oposisi tidak ada, sangat bergantung pada birokrasi, kekuasaan digunakan untuk melumpuhkan lawan, polisi dan militer menumpas oposisi, kampanye digunakan untuk memobilisasi penduduk demi kesatuan nasional dan proyek pembangunan, dan yudikatif mandul,

d. Oligarki totaliter,
sebagai contoh rejim totaliter tradisional (fasis Jerman dan Italia, serta Jepang pada perang dunia II). Dalam negara berkembang, bentuknya adalah totaliter komunis. Fungsi dalam sistem politik: tidak ada pusat kekuasaan selain penguasa, dominasi semua aspek kehidupan masyarakat dan pusat, kelompok kecil menguasai seluruh sistem, elit politik memiliki ideology konsisten dan terperinci, ideology pengikat persatuan dan tameng serangan luar, birokrasi dan partai mengalami indoktrinasi dan mobilisasi penduduk, partai pengawas atas birokrasi lembaga pelaksana negara, wakil rakyat tidak membawa perubahan pada susunan elit yang berkuasa, tidak ada swasta/kelompok kepentingan otonom, ada hanya organisasi terafiliasi dengan partai,

e. Oligarki tradisional,
merupakan peninggalan kebudayaan pra-moderen. Fungsi sistem politik: warisan dari elit dinasti karena berhasil menghindarkan diri dari penjajahan kolonial, kekuasaan raja dan kelompok berkuasa di sekelilingnya karena tradisi, aparat negara terbatas tugasnya, desa tidak mendapat perhatian, pengangkatan jabatan pribadi dengan pertimbangan pribadi, parlemen hanyalah hiasan karena lemah tergantung kemurahan hati raja atau elit politik, elit sebagai pembuat undang-undang bukan parlemen, tidak ada organisasi bebas tanpa kontrol penguasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
layout made by Hania Alifa Adzhani - Beetwen Leisure and Jobless