Jumat, 17 Juni 2011

BAB 8 - Manusia & Kegelisahan

nama : Muhammad Adhi Nugroho
kelas: 1ka33
NPM : 1411021


Ketidakpastian




Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. suatu ketidakpastian itu muncul karena sebuah keraguan dan banyak sebab yang membuat dia merasa mengharuskan sebuah keharusan menjadi sebuah keberhasilan yang mampu menjadikan sukses atau kata lain terobsesi


Sebab-sebab terjadi ketidakpastian
  • Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita.

  • Phobia
Ialah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.

  • Kompulasi

Ialah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.

  • Hysteria

Ialah adanya keraguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.

  • Delusi

Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.

Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitarnya jelek
Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar
Delusi melancholis : merasa dirinya hina, bersalah, dan berdosa



Usaha-usaha penyembuhan ketidakpastian

Untuk dapat menyembuhkan keadaan ini tergantung kepada mental Si Penderita. Andaikata penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.


Opini


Menunggu hasil Ujian Nasional memang seperti menunggu takdir selanjutnya. Begitu banyak hal dipertaruhkan, seperti biaya yang sudah dikeluarkan selama menempuh bangku sekolah, perasaan orang tua, pandangan orang lain, masa depan diri sendiri, dll.

Tentunya sebelum kita mengetahui hasilnya, kita terkekang dengan perasaan ketidakpastian. Dalam hal seperti studi kasus diatas, ketidakpastian ini bisa dibendung dengan usaha maksimal siswa/siswi tersebut dalam belajar & berdoa.

Dengan persiapan yang matang & bertawakal kepada Allah SWT atas segala usaha yang telah kita lakukan, kita tidak akan dibayang-bayangi oleh perasaan ketidakpstian yang berlebihan, yang justru bisa merugikan diri kita sendiri & orang lain.

Dalam hal lain pun, kita harus selalu mempersiapkan dengan matang atau memilih secara bijak & tepat. Karena jika kita mempunyai persiapan, kesempatan yang datang akan mampu kita raih untuk menjadikan diri pribadi yang lebih baik.

Dan memilih secara bijak & tepat akan membahagiakan diri sendiri & orang lain, karena dalam memilih kita tidak boleh egois.

Jika semua itu dilakukan, maka InsyaAllah kita tidak akan diliputi rasa ketidakpastian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
layout made by Hania Alifa Adzhani - Beetwen Leisure and Jobless